Hari ini hari sangat cerah, secerah hati yang siap dan selalu bersemangat memberikan ilmu untuk anak anak bangsa. Saya Trisnawati,S.Pd seorang guru yang bertugas di SD Negeri 5 Sukajawa. Pada Tahun ajaran ini saya mengampu di kelas V. Di ruang kelas VB dengan 29 wajah wajah polos nan istimewa itu saya mengajarkan mereka. Ketika sampai dikelas mereka menyambut dengan ramah dan senyum hangat. Tak seperti biasanya, hari ini saya akan mengajarkan mereka mata pelajaran koding. Mata pelajaran Koding sebenernya sudah diberlakukan sejak 2025 dimana tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2025. Mata pelajaran ini bertujuan untuk membekali murid dengan keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan teknologi global dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan era Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk membentuk generasi muda yang adaptif, kreatif, dan kritis terhadap teknologi.
Awalnya ada rasa ragu dalam diri, akankah mereka memahami materi baru ini, ya materi baru karena mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial ini belum masuk dalam kurikulum sekolah kami. Saya mengimplementasikan mata pelajaran ini setelah program Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) yang diberikan oleh Kemendikdasmen yang telah saya telah jalani.
Pagi ini kami mengawali pembelajaran dengan berdoa. Kemudian kami menyanyikan
lagu nasional “Garuda Pancasila” dilanjutkan dengan lagu “7 Kebiasaan Anak
Indonesia Hebat”. Pembiasaan ini untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air
murid-murid terhadap bangsa Indonesia. Saya membuka pembelajaran dengan
menanyakan kabar murid, mengecek kehadiran dan mempersiapkan fisik dan psikis
murid agar siap menerima pembelajaran. Selanjutnya saya memantik murid dengan
memberikan pertanyaan “Kegiatan apa yang selalu kamu lakukan setiap pagi? Mengapa penting untuk tahu pola
kegiatan kita sehari-hari?”. Kelas mulai riuh, mereka bersahutan menjawab
dengan penuh semangat. Kemudian saya mendemonstrasikan sesuatu terkait tema,
dimana saya membawa satu buah dan meminta salah seorang membuka buah
tersebut. Murid-murid sangat antusias, mereka mengangkat tangan agar dapat
kesempatan maju kedepan untuk membuka jeruk. Hal ini tentu sesuai dengan
pendekatan deep learning yaitu bahwa dalam belajar murid haruslah berkesadaran
(mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).
Selanjutnya saya mengorientasi murid pada masalah yaitu mengenal prinsip-prinsip berfikir komputasional. Berpikir komputasional adalah metode penyelesaian masalah sistematis yang memecah masalah kompleks menjadi bagian yang lebih kecil. Metode ini menggunakan empat prinsip utama yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma, serta dapat diterapkan untuk memecahkan masalah besar menjadi solusi yang efektif dan efisien. Materi ini adalah bekal awal murid untuk belajar koding, dimana dengan berpikir komputasional murid-murid dilatih untuk merumuskan langkah-langkah penyelesaian masalah tersebut secara logis.
Keseruan belajar prinsip berfikir komputasional kami awali dengan melakukan simulasi pengenalan pola pada situs www.abcya.com. Kegiatan ini sangat seru bagi murid-murid, mereka antusias ingin kedepan kelas mengoperasikan laptop. Ya, hal ini juga menjadi hal baru bagi mereka karena tidak ada pelajaran TIK disekolah, sekolah kami belum memiliki laboratorium komputer. Murid-murid juga belom menguasai cara mengoperasikan komputer. Hal yang sangat menarik ketika mereka belajar mengerakkan kursor untuk mengenal pola pada aplikasi abcya. Proses ini mengajarkan murid untuk dapat mengikuti langkah-langkah terstruktur dan sistematis.
Kegiatan semakin menarik dimana murid-murid dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Masing-masing kelompok melakukan aktivitas unplugged. Aktivitas ini menggunakan media fisik dan interaksi nyata untuk mensimulasikan cara kerja komputer. Setiap kelompok mengerjakan juga lembar kerja yang berbeda, ada yang mengurutkan pola bentuk, mengurutkan arah panah, serta menyusun algoritma aktivitas sehari-hari. Lembar kerja yang saya buat juga sudah menyesuaikan dengan pendekatan deep learning, dimana murid dilatih untuk memahami, menganalisis dan merefleksi pembelajaran. Semua kelompok tampak sibuk, ada yang menggunting, mengelem, menuliskan jawaban pada LKPD. Setiap anak berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.
Tidak terasa jam berdiskusi dalam kelompok telah usai. Saatnya tampil di depan kelas mempresentasikan hasil diskusi. Masing-masing kelompok menunjukkan hasil pengenalan pola-pola bentuk, menunjukkan kode panah menuju planet, serta algoritma memasak mie dan berangkat kesekolah. Kelompok lain yang belom memahami juga bertanya kepada setiap kelompok yang tampil.
Salah satu murid mengangkat tangan, dengan penasaran ia bertanya "Apabila ada langkah yang tidak dilakukan apakah artinya tidak berfikir komputasional?". Kelompok menjawab "Ya, karena dalam berfikir kompitasional harus runut sehingga akan menjadi solusi yang baik dan efektif." Kemudian saya memberikan umpan balik positif atas pertanyaan dan jawaban murid-murid. Selanjutnya murid-murid mengerjakan soal evaluasi tentang berfikir komputasional dalam kasus kehidupan sehari-hari. Mereka menganalisis dan mencari solusi yang sistematis untuk setiap kasus. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan melakukan refleksi. Murid-murid memberikan refleksi dan respon positif terhadap kegiatan pembelajaran hari ini.
Pembelajaran kali ini sangat menyenangkan, materi koding yang baru bagi mereka terasa sangat menyenangkan meski tanpa layar komputer. Suatu kebahagian bagi saya selaku guru dapat memberikan pembelajaran yang bermakna dan menggembirakan bagi murid-murid. Teruslah semangat menyelami dunia koding dengan pendekatan deep learning. Meski terbatas pasti ada jalan untuk memberikan pengalaman terbaik. Semoga sekolah kami bisa terus mengimplementasikan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial, sehingga murid-murid dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mampu menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari dengan sistematis dan logis. Bagaimana dengan pengalaman pertama Anda mengajar dan belajar koding? Tulis di kolom komentar, ya!
Komentar
Posting Komentar